Kaidah Dasar Menghafal Al Quran
Sebelum mulai menghafal, serbaiknya para Jamaah mengetahui terlebih dahulu kaidah-kaidah dasar dalam menghafal Al Quran di bawah ini.
- Menjaga niat murni karena Allah. Karena sesungguhnya, setiap amalan itu tergantung dari niatnya.
- Bertaqwa kepada Allah.
- Berakhlaqul Karimah (akhlaknya ahli Quran).
- Mempersungguh dalam berdoa dan sholat Hifdhi. Semakin banyak berdoa insya Allah akan semakin cepat Allah mengabulkan permintaan kita. Ibarat orang yang bertamu dengan mengetuk pintu berkali-kali.
- Optimis dan Istiqomah dalam menjalankan metode.
- Bersedia mengorbankan sebagian waktu untuk Al Quran. Ingatlah waktu yang disia-siakan dalam kelalaian itu lebih banyak daripada waktu yang dimanfaatkan untuk ingat ibadah kepada Allah, dan umur yang kita miliki nanti akan ditanya disisi Allah, digunakan untuk apa. Maka sepantasnya sekarang kita memanfaatkan sisa umur kita dengan menyibukkan diri dalam urusan Al Quran.
- Selalu mempersungguh dan menjauhi sifat malas serta menyia-nyiakan waktu.
- Dalam menghafal, gunakanlah satu jenis mushaf Al Quran saja. Mushaf dengan jenis sama itu artinya halamannya sama, tulisannya sama, letak atau posisi ayatnya sama.
- Belajar bacaan Al Quran kepada ahlinya, atau hafidz Quran.
- Hafalkan mulai dari surat An Nas hingga Al Baqarah (membalik urutan Al Quran karena hal ini lebih mudah).
- Membatasi jumlah ayat yang dihafalkan sesuai dengan kemampuan dan dapat kontinyu untuk dilaksanakan. Maksimal sehari dua halaman. Karena jika para Jamaah memperbanyak kapasitas hafalan tiap harinya, maka anda akan sulit untuk memuroja’ahnya, menjaganya dan mamantapkannya. Sehingga hafalan anda akan menjadi lemah dan banyak yang terlupakan. Muroja’ah adalah mengulang/menderes hafalan yang sudah dimiliki.
- Menderes makna atau arti dan keterangan Al Quran. Buatlah target yang akan dihafal dalam sehari, minimal mengerti dengan arti ayat yang dihafalkan.
- Membaca dengan benar diwaktu menghafal, baik hurufnya, tajwidnya, maupun makhrojul hurufnya.
- Menyimakkan hasil hafalan kepada guru/hafidz, atau yang lain/teman.
- Lebih mementingkan dan mendahulukan Muroja’ah sebelum menambah hafalan. Karena “Menjaga sesuatu yang berada di dalam rumah itu lebih penting, lebih afdol daripada menarik sesuatu dari luar ke dalam rumah”.
- Tidak hanya mengandalkan waktu khusus untuk muroja’ah. Gunakan juga waktu longgar anda, sambil jalan, ketika sholat sunnah, dll, untuk muroja’ah.
Sekian. Semoga manfaat dan barokah. Aamiiin. /**






0 komentar:
Posting Komentar