Begini Cara Mudah Menghafal Al Quran
Dalam metode ini, satu mushaf Al Quran dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: (1) Juz
30 s/d 21, dihafalkan selama satu semester (semester pertama); (2) Juz
20 s/d 11, dihafalkan pada semester kedua; dan (3) Juz 10 s/d 1, dihafalkan pada semester ketiga.
Tiap semester memilki jeda yang digunakan
untuk muroja’ah. Jumlah semester dapat fleksibel, bila dirasa target dalam satu
semester terlalu banyak, maka jumlah semester dapat ditambah menjadi 6 semester,
dan seterusnya sesuai kemampuan para Jamaah.
Oke. Langsung saja. Bagaimana cara menghafalnya?
Nah. Untuk menghafalkan salah satu surat,
bacalah satu ayat berulang-ulang sampai baru menghafal ayat berikutnya. Prakteknya,
anda bisa lakukan seperti berikut ini:
- Ayat pertama dibaca sebanyak 10 s/d 20 kali, berulang-ulang, sampai hafal.
- Ayat kedua dibaca sebanyak 10 s/d 20 kali, berulang-ulang, sampai hafal.
- Ayat ketiga dibaca sebanyak 10 s/d 20 kali, berulang-ulang, sampai hafal.
- Ayat keempat dibaca sebanyak 10 s/d 20 kali, berulang-ulang, sampai hafal.
- Kemudian membaca 4 ayat diatas dari awal hingga akhir, menggabungkannya sebanyak 10 s/d 20 kali, atau diulang berkali-kali sampai merasa mantap hafalannya.
Ada beberapa cara yang dapat membantu anda memudahkan
penguatan hafalan. Misalnya dengan menulis, atau dengan mendengarkan MP3 bacaan
Al Qur’an.
Itu metodenya, atau cara mudah menghafal Al Quran! Lalu bagaimana dengan jadwal waktu menghafal yang dianjurkan. Waktu yang paling afdol untuk menambah hafalan?
Dalam metode ini, untuk menambah hafalan dapat
dilakukan pada waktu Sholat Fardhu. Kenapa? Karena Sholat Fardhu adalah
tiangnya agama. Bila tiangnya berdiri tegak maka kokohlah agamanya. Bila Sholat
Fardhu dilalaikan, maka hal selain Sholat Fardhu bisa jadi akan lebih lalai
lagi. Sangatlah tidak pantas jika kita menambah ibadah sunah agar mendapatkan
kefadholan di sisi Allah, dengan sengaja melalaikan ibadah wajib. Betul,
tidak!?
Maka ibadah wajib kita sempurnakan terlebih
dahulu. Setelah itu baru kita menambah ibadah lain. Dengan demikian Insya Allah
menghafal Al Qur’an dapat menjadi lebih mudah sehingga kita dapat sukses
mengkhatamkan 30 juz. Karena tiangnya sudah kita bangun dengan kokoh (Sholat Fardhu),
maka membangun bagian yang lain seperti tembok (ibadah lain seperti menghafal
Al Qur’an), insya Allah akan menjadi lebih mudah.
Satu hal lagi. Segala sesuatu itu dapat
berhasil jika dilaksanakan dengan rutin. Maka perlu ditentukan waktu / jadwal
untuk menghafal. Dengan memilih waktu Sholat Fardhu yang jadwalnya sudah tetap
dan rutin kita laksanakan, diharapkan kita juga dapat rutin dan kontinyu dalam
menambah hafalan. Dan dengan target hafalan sehari dibagi di tiap Sholat Fardhu,
menjadikan kita tidak berat dalam menambah hafalan.
Bagaimana caranya?
- Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, menambah hafalan baru dilaksanakan setelah Sholat Fardhu.
- Berikutnya, cobalah buat target sendiri sesuai kemampuan. Misalnya, satu hari dapat hafal satu halaman atau satu lembar. Lakukan hal tersebut secara kontinyu. Target yang telah anda buat tersebut bagilah menjadi 4 waktu sholat, Subuh sampai Maghrib. Adapun setelah sholat Isya digunakan untuk muroja’ah hafalan yang didapat dalam satu hari penuh.
- Ketiga, misalkan anda membuat target 1 halaman per hari, maka bagilah 1 halaman menjadi 4. Berarti seperempat halaman per waktu sholat. Inilah target hafalan baru di tiap ba’da sholat. Seperempat halaman membutuhkan waktu kira-kira 15 menit. Jadi total waktu yang dibutuhkan untuk menghafal 1 halaman hanya 60 menit (1 jam) dalam satu hari.
- Keempat. Untuk target per hari 1 lembar, maka waktu yang dibutuhkan untuk mengkhatamkan 30 juz dengan metode ini kira-kira 1 tahun, adapun untuk target perhari 1 halaman kira-kira 2 tahun. Bagaimana, siap?
Coba jelaskan, bagaimana praktek dengan target sehari satu halaman?
- Oke. Anda dapat menggunakan 15 menit ba’da sholat Shubuh untuk menghafalkan seperempat halaman bagian pertama.
- Berikutnya, sebelum sholat Dhuhur muroja’ah hafalan yang didapat waktu ba’da shubuh. Muroja’ah dapat dilakukan sambil sholat sunnah rowatib lho… Dan pada 15 menit ba’da Dhuhur anda dapat menghafalkan seperempat halaman bagian kedua.
- Lalu, sebelum sholat Ashar, muroja’ah hafalan yang diperoleh waktu ba’da shubuh dan ba’da dhuhur dengan menggabungkan keduanya. Lalu pada 15 menit ba’da Ashar anda menghafalkan seperempat halaman bagian ketiga.
- Sebelum sholat Maghrib muroja’ah hafalan yang diperoleh waktu ba’da shubuh, ba’da dhuhur dan ba’da ashar, dengan menggabungkan ketiganya. Lalu pada 15 menit ba’da Maghrib menghafalkan seperempat halaman bagian keempat (habis).
- Sebelum sholat Isya’ ngapain? Anda muroja’ah hafalan yang diperoleh dalam 1 hari dengan menggabungkan keempat bagiannya. Ba’da Isya’ menyimakkan hafalannya kepada guru/ teman/ orang tua.
- Masih ada lagi. Sebelum tidur. Anda muroja’ah hafalan yang diperoleh dalam satu hari penuh untuk memantapkan hafalan. Beres kan!? /**






0 komentar:
Posting Komentar