Minggu, 08 Februari 2015

Keajaiban angka 7 dalam al Quran dan al Hadits



Sebuah kitab berjudul As-Sab’iyyaat fiy mawaa’idlil-barriyyaat karya Abu Nashr Al-Hamdani (Yaman) mengupas tentang ilmu yang sangat bermanfaat bagi manusia. Kitab yang sangat masyhur di kalangan Ulama ini dicetak di Bairut kemudian disebarkan ke seluruh penjuru dunia. Kitab ini memberikan khazanah ilmu yang sangat padat. 



Abu  Nashr Al-Hamdani menjelaskan, ”Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah yang Qadrat-Nya sangat dahsyat, kalimat-Nya sangat luhur dan nikmat-Nya bertebaran serta anugrah-Nya berhamburan, telah menghiasi segala sesuatu dengan jumlah tujuh. Kemudian menghiasi jumlah tujuh tersebut dengan jumlah tujuh yang lain, agar para ulama mengetahui bahwa sesungguhnya hitungan 'tujuh' di sisi penguasa madharat dan manfaat, merupakan gagasan yang luar biasa dan merupakan hal yang besar.” Di bawah ini uraiannya.  
  1. Allah SWTmenghiasi udara dengan tujuh lapis langit. Firman Allah SWT, Dan Kami telah membangun di atasmu tujuh petala langit yang kuat.” [QS An-Naba': 12]. Lalu Allah Yang Maha Esa menghiasi langit dengan tujuh bintang, Dan niscaya sungguh Kami telah menciptakan gugusan bintang di langit dan Kami buat indah mempesona bagi orang yang memandangnya.“ [QS Al-Hijr: 16]. 
  2. Allah menghiasi Fadhaa’ (hamparan) dengan tujuh bumi. “Allah-lah Yang telah menciptakan tujuh langit, dan dari bumi juga menciptakan semisal itu." [QS At-Thalaq : 12]. Lalu Allah menghiasi bumi dengan tujuh lautan, berdasarkan firman-Nya, “Dan lautan menjadi tintanya, setelah itu ada lagi tujuh laut.” [QS Luqman: 27]. 
  3. Allah menciptakan (menata) neraka dengan tujuh tingkatan yaitu: (1) Jahannam, (2) Sa’iir, (3) Saqar, (4) Jahiim, (5) Chuthamah, (6) Ladzaa, (7) Haawiyah. Lalu Allah menghiasi (membentuk) Neraka dengan cara memberi tujuh pintu, berdasarkan  firman Allah, ”Dia (neraka) memiliki tujuh pintu. Bagi tiap-tiap pintu telah ditentukan jumlah calon yang akan memasukinya.” [QS Al-Hijr: 44]. 
  4. Allah menghiasi Al-Quran dengan tujuh asba' (beberapa 1/7), lalu menghiasi lagi dengan tujuh ayat, yakni  Surat Al-Fatihah. Berdasarkan dalil, “Dan niscaya sungguh Kami telah memberimu tujuh ayat yang di ulang-ulang dan bacaan yang sangat agung.“ [QS Al-Hijr: 87]. Tujuh ayat yang diulang-ulang tersebut tidak lain adalah surat  Al-Fatihah. 
  5. Allah menghiasi anak cucu Adam AS dengan tujuh anggota  badan: dua tangan, dua kaki, dua lutut, dan wajah. Lalu Allah menghiasi anak cucu Adam AS dengan tujuh ibadah: dua tangan untuk berdoa, dua kaki untuk ber-khidmat (pelayanan), dua lutut untuk menyamankan ketika ditekuk dalam duduk, wajah agar disujudkan dalam shalat. Berdasarkan firman Allah, “Wasjud waqtarib.  Dan sujudlah dan taqarrublah!.“ [QS Al-'Alaq : 19]. Taqarrub artinya mendekat kepada Allah Yang Maha Luhur dengan sujud atau amalan yang lain.  
  6. Allah memilah dunia menjadi tujuh kawasan: (1) Hindustan, (2) Chijaz, (3) Basrah, Badiyah dan Kufah, (4) Irak,  Syam dan Khurasan hingga Balkha, (5) Romawi dan Armenia, (6) Negri Ya’juj dan Ma’juj,  (7) China dan Turkistan.” (HR Abu Nu'aim)
Lalu Allah SWT menghiasi tujuh kawasan tersebut dengan tujuh hari, yaitu Sabtu, Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat. Lalu Allah memuliakan pada tujuh Nabi dengan tujuh hari tersebut. Yaitu Musa AS di muliakan dengan hari Sabtu, Isa bin Maryam AS dimuliakan dengan hari Ahad, dan Daud AS dimuliakan dengan hari Senin, dan Sulaiman AS dimuliakan dengan hari Selasa, Ya’qub AS dimuliakan dengan hari Rabu, Adam AS dimuliakan dengan hari Kamis dan Muhammad SAW serta umatnya dimuliakan dengan hari Jum’at.  [Oleh KH Shabirun Ahkam] 

0 komentar:

Posting Komentar